MDINETWORK – Kemenangan 3-0 Spanyol atas Serbia dalam pertandingan persahabatan internasional di Estadio de la Cerámica menjadi momen penting bagi para pemain timnas. Meskipun Rodri kembali bermain setelah lama absen akibat cedera, fokus utama pertandingan ini jatuh pada performa luar biasa Mikel Oyarzabal yang mencetak dua gol sebelum jeda.
Oyarzabal menunjukkan ketajaman yang luar biasa dengan dua gol yang ia cetak dalam babak pertama. Gol pertamanya terjadi pada menit ke-16 setelah umpan dari Lamine Yamal dan pergerakan cerdas Fermín López membuka ruang baginya untuk menembakkan bola ke gawang. Dua menit sebelum turun minum, Oyarzabal menggandakan keunggulan dengan tembakan keras yang tak terjangkau kiper Serbia.
Rodri Kembali Bermain, Tapi Fokus Tetap pada Oyarzabal
Rodri tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak 2024. Pemain Manchester City ini telah menjalani pemulihan cedera lutut serius dan hanya tampil sebagai pengganti sebelumnya. Meski demikian, penampilannya tidak menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini. Sebaliknya, perhatian publik tertuju pada Oyarzabal yang memperlihatkan performa gemilang.
Gol kedua Oyarzabal tercipta setelah ia diberi ruang oleh pertahanan Serbia yang lemah. Ia mampu melepaskan tembakan keras ke sudut gawang yang membuat kiper Serbia kesulitan menghalangi. Dengan dua gol ini, Oyarzabal meningkatkan rekor golnya menjadi 24 gol untuk Spanyol, hanya kalah dari Alvaro Morata.
Kehadiran Víctor Muñoz Menambah Kemenangan
Víctor Muñoz, yang baru saja debut, juga turut serta dalam kemenangan Spanyol. Ia mencetak gol ketiga pada menit ke-72 setelah menerima umpan dari Ferran Torres. Gol ini menunjukkan bahwa pelatih Luis Enrique memiliki banyak opsi di lini depan.
Meski Spanyol tampil dominan, mereka gagal menciptakan gol ketiga hingga akhir pertandingan. Dani Olmo hampir mencetak gol keempat, tetapi tendangannya berhasil diselamatkan oleh Vanja Milinkovic-Savic dengan penyelamatan yang luar biasa.
Pertahanan Serbia Tidak Mampu Menghadapi Serangan Spanyol
Serbia, yang kalah dalam pertandingan playoff Piala Dunia melawan Albania, tidak mampu memberikan ancaman nyata kepada Spanyol. Mereka jarang membangun serangan efektif dan kalah dalam penguasaan bola.
Salah satu insiden menarik terjadi saat Veljko Birmancevic dinyatakan tidak melakukan gol karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap Marc Cucurella. Meskipun ada indikasi bahwa Cucurella terpeleset, wasit tidak dapat menggunakan VAR untuk memeriksa kejadian tersebut.
Kesiapan Spanyol Menuju Piala Dunia
Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan Spanyol menuju Piala Dunia. Meskipun kemenangan 3-0 terlihat mudah, pelatih Luis Enrique mungkin merasa bahwa timnya bisa lebih dominan. Namun, hasil ini memberikan keyakinan bahwa Spanyol siap menghadapi kompetisi besar berikutnya.
Dengan kinerja luar biasa Oyarzabal dan kembalinya Rodri, Spanyol menunjukkan potensi besar untuk tampil baik di Piala Dunia. Kombinasi antara pengalaman dan kekuatan baru di lini depan membuat tim ini menjadi salah satu favorit untuk gelar juara.












